Minggu, 30 November 2014

BAB 14 PENGEMBANGAN TERAKHIR



Seperti yang telah dijelaskan oleh bab terdahulu, bahwa ttelah banayk ilmuan yang tertarik untuik mempelajari studi komunikasi sejalan dengan munculnya usaha diberbagai Negara untuk mendirikan pendidikan tinggi komunikasi.
Di Amerika serikat misalnya pendidikan komunikasi baru melambang setelah Dr.Wilbur Schramm membuka program pascaserjama pada 1950 di universitas of Illinois.
Di Indonesia, studi komunikasi diperkenalkan pertama kalinya dengan nama ilmu pengarang di universitas gajah mada pada 1948.
Kampus-kampus yang menawarkan pendidikan komjunikasi mengalami boom dengan mangkin besarnya peminat dari tahun ketahun , gterutama anak-anak dikalangan masyarakat menengah keatas.
Kebutuhan yang multisektoral mendorong lahirnya spesialisasi baru dalam studi komunikasi, misalnya komuniaksi antarbudaya, komunikasi organisasi , komunikasi pembangunan, komunikasi kesehatan , komunikasi politik, teknologi komunikasi, manajemen (presencanan)komunikasi, komunikasi internasional.
Kehadian spesialisasi baru ini tidak saja memperkaya komuniaksi sebagai ilmu terapan dan seni.Tetapi semangkin memberi sumbangsih terhadap pertumbuhan metodologi dan teori dalam memperkokoh ekstensis ilmu komunikasi sebagai kajian ilmiah sejajar dan ilmu-ilmu lainnya.

Kesimpulan :
Dan perkembangan terakhir ilmu komunikasi seperti yang ada dikesimpulan-kesimpulan sebelumnya bahwa komunikasi sudah banyak menarik ilmuan yang tertarik untuik mempelajarinya karena selain tidak sulit untuk dipelajari komunikasi juga banyak untuk melatih sesorang agar pandai dalam berkomunikator.

BAB 13 PENGARUH



Pengaruh adalah salah satu element dalam komuniaksi yang sangat penting untuk mengetahui berhasil atau tidaknya komunikasi yang tidak ingin. Pengaruh dapat dikatakan mengena jika perubahan (p) yang terjadi pada pemerima sama dengan tujuan (T) yang di inginkan komuniaktor (P=T)atau seperti rumus yang dibuat oleh jamias(1989).
Pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan (Knowledge),sikap(attitude) dan prilaku (Behavior).
Pelampisan  kelompok sasaran penerima informasi atau ide juga dibuat oleh Rogers dengan membagi atas lima tipe , sebagai berikut :
1.      Pembaru (Innovator)
Innovator ialah mereka yang gandrung pada perubahan dengan berani melakukan uji coba yang penuh resiko.
2.      Penerima Dini (Early Adopter)
Early Adopter ialah mereka yang pertama kali menerima ide-ide baru dari pembeharuan (innovator)
3.      Penerima mayoritas Cepat (Early Mojority)
Early Mojority ialah mereka yang tergolong sebagai penerima pesan-pesan melalui ide-ide baru sebelum rata-rata ganggota lainnya menerima pesan tersebut.
4.      Penerima mayoritas lambat (Late Majority)
Late Majority ialah mereka yang menerima ide-ide baru setelah rata-rata angora lainnya menerimanya lebih awal.
5.      Pengikut (Laggard)
Pengikut laggerd ialah mereka yang tergolong menerima terakhir dari sistem social yang ada.

Mengenai kesedian khalayak untuk menerima ide antara lain :
a.       Adanya kepentingan ganda yang dapat diperoleh kedua belah pihak.
b.      Pesan itu memberi pemecahan pada masalah yang dihadapi oleh khalayak (Problem Solving)
c.       Khalayak percaya komunikator yang menyampaikan pesan itu memiliki kompetensi dan kredibilitas yang tinggi.
d.      Khalayak percaya bahwa pesan itu dapat membuat perubahan sebagaimananaya.

Factor-faktor yang mempengaruhi penerima informasi :
A.     Penerima:
1.      Keterampilan berkomunikasi
2.      Kebutuhan
3.      Tujuan yang di inginkan
4.      Sikap, nilai, kepercayaan, dan kebiasaan-kebiasaan
5.      Kemampuan untuk menerima
6.      Kegunaan pesan.
B.     Pesan :
1.      Tipe dan model pesan
2.      Karakteristik dan fungsi pesan
3.      Struktur prngelolahan pesan
4.      Kebaharuan (Aktualitas) pesan
C.     Sumber
1.      Kreabilitas dan kompetensi dalam bidang yang disampaikan
2.      Kedekayan dengan penerima
3.      Motivasi dan perhatian
4.      Kesamaan dan penerima (Homophily)
5.      Cara penyampaian
6.      Daya tarik
D.     Media
1.      Tersedianya media
2.      Kehandalan (daya liput)media
3.      Kebiasaan menggunakan media
4.      Tempat dan situasi

Kesimpulan:
Komunikasi mempunyai pengaruh karena dalam berkomunikasi harus mempunyai elemen yang sangat penting untuk mengetahui berhasil tidaknya komunikasi yang di inginkan karena sumber atau komunikator tidak bisa dipungkiri sangat berpengaruh yang terjadi pada penerima.

BAB 12 PENERIMA




Penerima disebut dengan istilah Khalayak,sasaran, pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decorder, atau komunikan. Khalayak adalah salah satu actor dari proses komunikasi.
Ada 3 aspek yang perlu diketahui oleh komunikator menyangkut khalayaknya:
1.      Aspek sosiodemografik komunikator yang perlu memahami hal-hal sebagai berikut :
a.       Jenis kelamin
b.      Usia
c.       Populasi
d.      Lokasi
e.       Tingkat pendidikan
f.       Bahasa
g.       Agama
h.      Perkerjaan
i.        Ideology
j.        Pemilikan media.
2.      Aspek profil Psikologid ialah memahami khalayak dari segi kejiwaan, diantaranya sebagai berikut:
a.       Emosi
b.      Bagaimana pendapat-pendapat mereka
c.       Adakah keinginan mereka yang ingin dimiliki
d.      Adakah selama ini mereka ada yang merasa kecewa,frutrasi atau dendam?
3.      Aspek karakteristik perilaku khalayak perlu dikeetahui sebagi berikut
a.       Hobi, apakah mereka umumnya suka olahraga menyanyi atau pelesiran?
b.      Nilai dan norma hal-hal apa yang menjadi tabu bagi mereka?
c.       Mobiliotas social, apakah mereka umumnya suka berpergian atau tidak ?
d.      Perilaku komunikasi, apakah kebiasaan mereka suka berterusterang atau tidak?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui data sosiodemografik, profil psikologis dan karakteristik prilaku khalayak, yakni :
1.      Survei
Cara ini hasilnya cukup akurat, hanya saja memerlukan waktu, biaya, dan tenaga yang cukup
2.      Melihat data dan protensi atau buku statistic yang ada
Cara ini lebih praktis, mudah,dan murah
3.      Wawancara
Wawancara kemungkinan memiliki keterbatasan-keterbatasan terutama dalam daya ingat dan tercampur kepentingan pribadi dari responden.

Jika seorang komunikator dituntut kemampuan untuik berbicara atau menulis, maka seorang penerima informasi dituntut kemampuan untuk bisa lebih banyak mendengar atau membaca.
James K. Van Fleet menyarankan kebiasaan mendengar dan efectif dengan cara:
1.      Melihat kepada orang yang berbicara
2.      Tunjukan pada minat apa yang ia inginkan
3.      Condongkan badan kearah orang itu
4.      Gunakan umpan balik agar ia tetap berbicara
5.      Ajukan pertanyaan bila perlu

Ada tiga macam selectivitas pesan yang bisa terjadi pada setiap penerima, yakni pemilihan informasi berdasarkan:
a.       Persepsi(Selective Perception)  persepsi ialah proses dimana seorang menyadari adanya objek yang menyentuh salah satunya pancaindranya.
b.      Denotative meaning adalah arti yang diberikan karena adanya hubungan antara isyarat dan objek secara nyata atau menurt arti yang telah disepakati bersama seprti yang terdapat dalam kamus bahasa.
c.       Connotative meaning ialah arti yang diberikan kepada suatu objek yang konotasi dengan niali seseorang , sedangkan arti yang menunjukakan arti hubungan antara satu isyarat(sign) dengan isyarat lain disebut structural meaning atau arti menurut strukturnya.
d.      Selective exposure dimaksudkan bahwa orang cendrung memilih informasi berdasarkan liputan yang senanginya. Pilihan terhadap informasi bisa menurut ideology agama,suku, dan perkerjaan.
e.       Selective retention ialah pemilihan informasi yang memberi kesan terdiri pada penerima.


Kesimpulan :
Komunikasi mempunyai penerima sebagai komunikan yaitu khalayak sasaran pembicara. Banyak aspek yang perlu diketahi seorang komunikator menyangkut komunikan yaitu aspek sosiodemografik,aspek profil psikologis dan aspek karakteristik pelaku, bagi seorang penerima informasi keterampilan komunikasi yang harus dimiliki ialah mampu memanfaatkan media komunikasi baik organic maupun mekanik.